Minggu, 03 Januari 2016

Kenapa kita memilih beragama Islam?



             
              
              Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan, mungkin itulah sebuah definisi dari agama ketika kita mencarinya di wikipedia atau situs-situs di internet. Ada banyak definisi agama yang diajukan oleh berbagai ahli yang mungkin tidak bisa kita sebutkan satu persatu.
            Menurut sejarah dari agama islam, agama dimulai ketika manusia pertama di dunia yakni Adam diturunkan ke bumi. Petunjuk yang diberikan Tuhan kepada Adam merupakan bentuk paling awal dari agama. Adam dan keturunannya diberi kebebasan penuh untuk memilih apakah mau tunduk mengikuti Tuhan atau menentang serta mendustakannya. Orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhan disebut muslim yang artinya tunduk, patuh, dan berserah diri mengikuti aturan Tuhan, sedangkan orang yang tidak mengikuti disebut kafir yang artinya menolak, mengingkari, dan mendustakan Tuhan. Pada saat itu Adam dan Hawa serta anak keturunannya menerima dan mengikuti petunjuk yang diterimanya dari Tuhan, sementara Iblis tetap tidak mau mengikuti petunjuk Tuhan.
            Agama merupakan petunjuk Tuhan kepada manusia agar manusia tahu apa yang mesti dikerjakan semasa hidup di dunia, sehingga kelak bisa selamat kembali kepada Tuhan. Jadi hanya dengan agamalah kita dapat selamat dari dunia ini dan menuju alam akherat yang menurut kepercayaan sebagian agama adalah kekal. Agama menjadi tuntunan bagi setiap orang yang mempercayainya agar bisa hidup dengan damai di dunia.
            Seseorang yang tidak percaya dengan adanya Tuhan, mereka biasanya disebut sebagai Aties atau dalam islam mereka disebut sebagai kafir yakni orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Seorang yang tidak percaya dengan tuhan menganggap bahwa kehidupan dunia adalah suatu kebetulan, tidak ada yang mengendalikan dan mengaturnya sedemikian rupa. Seorang aties mereka hanya percaya kepada sains yakni ilmu pengetahuan yang sudah terbukti dengan penelitian ilmiah. Mereka percaya bahwa sains lah yang mengendalikan dunia ini dan bukan Tuhanlah yang mengendalikannya, mereka beranggapan bahwa Tuhan harus dibuktikan secara ilmiah sehingga mereka bisa mempercayainya.
            Ada banyak agama di dunia yang dianut oleh berbagai masyarakat, yang terbanyak pengikutnya adalah kristen, islam, hindu, dan budha. Agama kristen meyakini yesus kristus adalah Tuhan dan mesias yang artinya adalah juru selamat bagi seluruh umat manusia serta penebus dosa manusia. Islam adalah agama yang meyakini Tuhan itu esa atau tidak ada duanya. Pengikut ajaran islam dikenal dengan sebutan muslim yang artinya seorang yang tunduk kepada Tuhan. Agama hindu merupakan sebuah agama yang berasal dari anak benua India dan dipercaya sebagai agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Sedangkan agama budha adalah agama yang dibawa Sidharta Gautama. Budha berarti adalah mereka yang sadar atau mereka yang mencapai pencerahan.
            Dari banyak agama yang ada di muka bumi ini, pernahkah kita berfikir bahwa tidak ada agama yang membenarkan agama lain. Maka dari itu berarti suatu agama hanya mengakui pengikutnya sebagai orang yang benar. Suatu agama hanya mengakui ajarannya lah yang benar dan tidak mengakui agama lain sebagai sesuatu ajaran yang benar. Itu berarti bisa disimpulkan bahwa hanya ada satu agama di dunia ini yang memiliki ajaran yang benar sedangkan ajaran agama yang lain adalah ajaran yang salah.
            Semua agama di dunia mengajarkan bahwa setiap orang yang mengikuti ajarannya akan mendapatkan kedamaian baik itu di dunia ataupun setelah penganutnya meninggalkan dunia atau mati. Itu berarti dapat kita simpulkan bahwa akan ada lebih banyak orang di dunia yang tidak mendapatkan kedamaian di dunia atau setelah meninggalkan dunia. Dan kalau kita andaikan kepada kata yang lebih kasar, akan ada lebih banyak orang yang masuk ke dalam neraka dari pada yang masuk ke dalam surga. Padahal tujuan hidup kita di dunia ini bukan hanya untuk mencari kedamaian di dunia tetapi juga mencari kedamaian sesudah kita meninggalkan dunia atau mati.
            Pernahkah kita berfikir bahwa ternyata hanya ada satu agama di dunia ini yang ajarannya benar. Secara matematis peluang kita menganut ajaran atau agama yang benar hanya satu per sembilan belas apabila kita merujuk pada wikipedia yang mengatakan ada sembilan belas agama di dunia yang dianut oleh berbagai masyarakat. Maka dari itu berarti kemungkinan kita untuk menganut ajaran atau agama yang benar di dunia ini cukup kecil.
            Pernahkah kita berfikir bahwa ternyata kebanyakan orang mengikuti ajaran atau agama tertentu adalah karena mengikuti orang tuanya atau karena memang seluruh keluarganya memang menganut ajaran atau agama itu. Kebanyakan orang di dunia mempercayai ajaran hanya karena orang tua atau orang terdekatnya percaya pada ajaran itu dan bukan karena orang itu memang percaya dengan ajarannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa sebenarnya dia beriman pada suatu ajaran bukan karena dia mempelajari ajarannya dan menemukan kalau ajaran itu benar, tetapi lebih kepada karena orang tuanya menganut ajaran itu, dan yang lebih parahnya lagi ada yang beriman hanya karena dia ingin menikahi pasangannya, sekarang pertanyaannya adalah apakah segampang itu kita mempercayai suatu ajaran atau agama tertentu hanya karena orang tua kita atau keluarga kita mempercayai ajaran atau agama tertentu.
            Dalam mempercayai ajaran atau agama tententu tentu harusnya kita tidak hanya berdasarkan keluarga kita atau orang terdekat kita saja. Seperti yang kita bahas diawal bahwa ada banyak ajaran dan agama di dunia ini, ajaran dan agama ini mengaku bahwa ajarannya lah yang benar dan ajaran yang lain adalah ajaran yang salah. Oleh sebab itu harusnya kita berfikir bahwa ternyata hanya ada satu ajaran yang benar dan apabila kita tidak mempercayai dan mengikuti ajaran itu maka konsekuensi yang paling berat adalah kita akan masuk neraka. Maka dari itu tugas kita sekarang adalah berfikir mencari kebenaran berdasarkan akal untuk mencari ajaran atau agama yang benar, mencari tidak hanya berdasarkan pendapat orang banyak tetapi mencari berdasarkan bukti.
            Ajaran atau agama yang benar tidak bisa dicari berdasarkan logika karena ajaran dan agama selalu diluar logika, itulah sebabnya logika sering kali gagal untuk menjawab kebenaran suatu ajaran atau agama. Oleh karena ajaran atau agama diluar logika itulah yang menjadikannya sakral dan dapat diketahui bahwa ilmu Tuhan tidak terbatas hanya pada logika saja. Maka dari itu seharusnya dalam mencari ajaran atau agama yang benar harus berdasarkan akal, ilmu, dan tanda-tanda kebenaran suatu ajaran atau agama itu sendiri.
            Pernahkah kita berfikir bahwa ternyata kebanyakan dari muslim beriman hanya karena mengikuti orang tua atau mengikuti orang terdekatnya saja. Kebanyakan seorang muslim hanya beriman secara buta yakni hanya mengikuti ajaran orang tua, guru, dan ulama yang mengajarinya saja tanpa memikirkan bahwa apakah yang diajarkan oleh mereka adalah benar. Kebanyakan seorang muslim beriman tanpa memikirkan apakah memang ajaran islam yang benar dan yang lain salah. Mereka kebanyakan mengatakan bahwa islam adalah ajaran yang benar hanya berdasar kepada apa yang mereka dengar dari orang tua, guru, dan ulama-ulama. Padahal, kalau kita fikirkan ajaran atau agama selain islam juga menganggap bahwa ajarannya lah yang paling benar berdasarkan apa yang orang tua, guru, dan tokoh keagamaan mereka.
            Apakah islam mengajarkan kita bahwa beriman secara buta saja itu cukup, tentu tidak. Apabila kita ingat lagi sejarah awal mula islam, dulu para pemeluk agama islam, bukankah orang tua atau orang terdekat mereka bukan bergama islam, bahkan orang tua dan kerabat mereka ada yang menentang islam secara terang-terangan. Andai para pemeluk islam pertama dahulu mereka beriman secara buta yakni hanya mengikuti orang tua atau kerabat mereka tentu mereka tidak akan beralih kepercayaan dan memeluk agama islam. Maka dari itulah kenapa pemeluk islam pertama adalah orang-orang yang paling mulia karena mereka tidak beriman secara buta melainkan benar-benar meyakini dengan hati dan pikiran bahwa ajaran islam adalah ajaran yang benar dan ajaran yang lain adalah salah.
            Sekarang pertanyaannya adalah mengapa kita perlu beriman secara tidak buta. Beriman hanya karena mengikuti orang tua atau orang terdekat kita menjadikan iman kita tidak kuat. Kita yang hanya beriman secara buta akan cenderung mengikuti apa yang dikatakan oleh seseorang yang kita percayai tanpa menelaah apakah ajaran yang dia bawa adalah benar. Maka dari itu biasanya orang yang beriman secara buta lebih mudah tersesat dengan ajaran-ajaran yang sebenarnya tidak berasal dari ajaran itu sendiri. Sebagai contoh mungkin kita bisa berkaca pada ajaran yang dibawa oleh nabi Isa as, ajaran nabi Isa sebenarnya adalah ajaran yang mengesakan Allah, akan tetapi karena para pengikut nabi Isa terlalu mengangungkan dirinya dan para pengikut dari pengikut pertama nabi Isa beriman secara buta, mereka lalu tersesat dengan ajaran yang ditambah-tambah yang sebenarnya tidak berasal dari nabi Isa. Masih banyak contoh ajaran lain yang tersesat hanya karena mereka tidak berfikir apakah ajaran yang dianutnya sudah benar, mereka hanya percaya pada perkataan orang tua atau orang terdekatnya tanpa menelaahnya lebih lanjut.
            Mencari ajaran atau agama yang benar tidaklah mudah karena masing-masing agama punya argumen dan bukti sendiri bahwa agamanya lah yang benar sedangkan agama yang lain adalah salah. Maka dari itu tugas kita masing-masing lah untuk mencari agama mana yang benar dari banyak agama yang ada di dunia. Seperti yang kita sudah bahas, dalam mencari suatu agama yang benar kita tidak boleh hanya berdasarkan pendapat dari orang terdekat kita atau orang yang kita percaya saja. Mencari kebenaran suatu agama harus berdasarkan akal, ilmu dan tanda-tanda kebenaran dari agama itu.
            Apabila kita ingin meyakini bahwa agama islam adalah agama yang benar, maka kita harus mencari bukti dengan akal, ilmu dan tanda-tanda kebenaran dari agama islam. Maka dari itu islam selalu mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh percaya begitu saja dengan sesuatu tanpa mengetahuinya dengan pasti. Kita dilarang mengajarkan sesuatu tanpa menguasainya terlebih dahulu. Bukankah dalam banyak ayat Al qur’an disebutkan bahwa kita harus memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir, itu berarti proses berfikir adalah suatu proses yang tidak boleh kita lewatkan dalam memutuskan sesuatu.