Agama
adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan
pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari
kehidupan, mungkin itulah sebuah definisi dari agama ketika kita mencarinya di
wikipedia atau situs-situs di internet. Ada banyak definisi agama yang diajukan
oleh berbagai ahli yang mungkin tidak bisa kita sebutkan satu persatu.
Menurut sejarah dari agama islam,
agama dimulai ketika manusia pertama di dunia yakni Adam diturunkan ke bumi.
Petunjuk yang diberikan Tuhan kepada Adam merupakan bentuk paling awal dari
agama. Adam dan keturunannya diberi kebebasan penuh untuk memilih apakah mau
tunduk mengikuti Tuhan atau menentang serta mendustakannya. Orang-orang yang
mengikuti petunjuk Tuhan disebut muslim yang artinya tunduk, patuh, dan
berserah diri mengikuti aturan Tuhan, sedangkan orang yang tidak mengikuti
disebut kafir yang artinya menolak, mengingkari, dan mendustakan Tuhan. Pada
saat itu Adam dan Hawa serta anak keturunannya menerima dan mengikuti petunjuk
yang diterimanya dari Tuhan, sementara Iblis tetap tidak mau mengikuti petunjuk
Tuhan.
Agama merupakan petunjuk Tuhan
kepada manusia agar manusia tahu apa yang mesti dikerjakan semasa hidup di
dunia, sehingga kelak bisa selamat kembali kepada Tuhan. Jadi hanya dengan
agamalah kita dapat selamat dari dunia ini dan menuju alam akherat yang menurut
kepercayaan sebagian agama adalah kekal. Agama menjadi tuntunan bagi setiap
orang yang mempercayainya agar bisa hidup dengan damai di dunia.
Seseorang yang tidak percaya dengan
adanya Tuhan, mereka biasanya disebut sebagai Aties atau dalam islam mereka
disebut sebagai kafir yakni orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Seorang yang
tidak percaya dengan tuhan menganggap bahwa kehidupan dunia adalah suatu
kebetulan, tidak ada yang mengendalikan dan mengaturnya sedemikian rupa.
Seorang aties mereka hanya percaya kepada sains yakni ilmu pengetahuan yang
sudah terbukti dengan penelitian ilmiah. Mereka percaya bahwa sains lah yang
mengendalikan dunia ini dan bukan Tuhanlah yang mengendalikannya, mereka
beranggapan bahwa Tuhan harus dibuktikan secara ilmiah sehingga mereka bisa
mempercayainya.
Ada banyak agama di dunia yang
dianut oleh berbagai masyarakat, yang terbanyak pengikutnya adalah kristen,
islam, hindu, dan budha. Agama kristen meyakini yesus kristus adalah Tuhan dan
mesias yang artinya adalah juru selamat bagi seluruh umat manusia serta penebus
dosa manusia. Islam adalah agama yang meyakini Tuhan itu esa atau tidak ada
duanya. Pengikut ajaran islam dikenal dengan sebutan muslim yang artinya
seorang yang tunduk kepada Tuhan. Agama hindu merupakan sebuah agama yang
berasal dari anak benua India dan dipercaya sebagai agama tertua di dunia yang
masih bertahan hingga kini. Sedangkan agama budha adalah agama yang dibawa Sidharta
Gautama. Budha berarti adalah mereka yang sadar atau mereka yang mencapai pencerahan.
Dari banyak agama yang ada di muka
bumi ini, pernahkah kita berfikir bahwa tidak ada agama yang membenarkan agama
lain. Maka dari itu berarti suatu agama hanya mengakui pengikutnya sebagai
orang yang benar. Suatu agama hanya mengakui ajarannya lah yang benar dan tidak
mengakui agama lain sebagai sesuatu ajaran yang benar. Itu berarti bisa
disimpulkan bahwa hanya ada satu agama di dunia ini yang memiliki ajaran yang
benar sedangkan ajaran agama yang lain adalah ajaran yang salah.
Semua agama di dunia mengajarkan
bahwa setiap orang yang mengikuti ajarannya akan mendapatkan kedamaian baik itu
di dunia ataupun setelah penganutnya meninggalkan dunia atau mati. Itu berarti
dapat kita simpulkan bahwa akan ada lebih banyak orang di dunia yang tidak
mendapatkan kedamaian di dunia atau setelah meninggalkan dunia. Dan kalau kita
andaikan kepada kata yang lebih kasar, akan ada lebih banyak orang yang masuk
ke dalam neraka dari pada yang masuk ke dalam surga. Padahal tujuan hidup kita
di dunia ini bukan hanya untuk mencari kedamaian di dunia tetapi juga mencari
kedamaian sesudah kita meninggalkan dunia atau mati.
Pernahkah kita berfikir bahwa
ternyata hanya ada satu agama di dunia ini yang ajarannya benar. Secara
matematis peluang kita menganut ajaran atau agama yang benar hanya satu per
sembilan belas apabila kita merujuk pada wikipedia yang mengatakan ada sembilan
belas agama di dunia yang dianut oleh berbagai masyarakat. Maka dari itu
berarti kemungkinan kita untuk menganut ajaran atau agama yang benar di dunia
ini cukup kecil.
Pernahkah kita berfikir bahwa
ternyata kebanyakan orang mengikuti ajaran atau agama tertentu adalah karena
mengikuti orang tuanya atau karena memang seluruh keluarganya memang menganut
ajaran atau agama itu. Kebanyakan orang di dunia mempercayai ajaran hanya
karena orang tua atau orang terdekatnya percaya pada ajaran itu dan bukan
karena orang itu memang percaya dengan ajarannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa
sebenarnya dia beriman pada suatu ajaran bukan karena dia mempelajari ajarannya
dan menemukan kalau ajaran itu benar, tetapi lebih kepada karena orang tuanya
menganut ajaran itu, dan yang lebih parahnya lagi ada yang beriman hanya karena
dia ingin menikahi pasangannya, sekarang pertanyaannya adalah apakah segampang
itu kita mempercayai suatu ajaran atau agama tertentu hanya karena orang tua
kita atau keluarga kita mempercayai ajaran atau agama tertentu.
Dalam mempercayai ajaran atau agama
tententu tentu harusnya kita tidak hanya berdasarkan keluarga kita atau orang
terdekat kita saja. Seperti yang kita bahas diawal bahwa ada banyak ajaran dan
agama di dunia ini, ajaran dan agama ini mengaku bahwa ajarannya lah yang benar
dan ajaran yang lain adalah ajaran yang salah. Oleh sebab itu harusnya kita
berfikir bahwa ternyata hanya ada satu ajaran yang benar dan apabila kita tidak
mempercayai dan mengikuti ajaran itu maka konsekuensi yang paling berat adalah
kita akan masuk neraka. Maka dari itu tugas kita sekarang adalah berfikir
mencari kebenaran berdasarkan akal untuk mencari ajaran atau agama yang benar,
mencari tidak hanya berdasarkan pendapat orang banyak tetapi mencari
berdasarkan bukti.
Ajaran atau agama yang benar tidak
bisa dicari berdasarkan logika karena ajaran dan agama selalu diluar logika,
itulah sebabnya logika sering kali gagal untuk menjawab kebenaran suatu ajaran
atau agama. Oleh karena ajaran atau agama diluar logika itulah yang
menjadikannya sakral dan dapat diketahui bahwa ilmu Tuhan tidak terbatas hanya
pada logika saja. Maka dari itu seharusnya dalam mencari ajaran atau agama yang
benar harus berdasarkan akal, ilmu, dan tanda-tanda kebenaran suatu ajaran atau
agama itu sendiri.
Pernahkah kita berfikir bahwa
ternyata kebanyakan dari muslim beriman hanya karena mengikuti orang tua atau
mengikuti orang terdekatnya saja. Kebanyakan seorang muslim hanya beriman
secara buta yakni hanya mengikuti ajaran orang tua, guru, dan ulama yang
mengajarinya saja tanpa memikirkan bahwa apakah yang diajarkan oleh mereka
adalah benar. Kebanyakan seorang muslim beriman tanpa memikirkan apakah memang
ajaran islam yang benar dan yang lain salah. Mereka kebanyakan mengatakan bahwa
islam adalah ajaran yang benar hanya berdasar kepada apa yang mereka dengar
dari orang tua, guru, dan ulama-ulama. Padahal, kalau kita fikirkan ajaran atau
agama selain islam juga menganggap bahwa ajarannya lah yang paling benar
berdasarkan apa yang orang tua, guru, dan tokoh keagamaan mereka.
Apakah islam mengajarkan kita bahwa
beriman secara buta saja itu cukup, tentu tidak. Apabila kita ingat lagi
sejarah awal mula islam, dulu para pemeluk agama islam, bukankah orang tua atau
orang terdekat mereka bukan bergama islam, bahkan orang tua dan kerabat mereka
ada yang menentang islam secara terang-terangan. Andai para pemeluk islam
pertama dahulu mereka beriman secara buta yakni hanya mengikuti orang tua atau
kerabat mereka tentu mereka tidak akan beralih kepercayaan dan memeluk agama
islam. Maka dari itulah kenapa pemeluk islam pertama adalah orang-orang yang
paling mulia karena mereka tidak beriman secara buta melainkan benar-benar
meyakini dengan hati dan pikiran bahwa ajaran islam adalah ajaran yang benar
dan ajaran yang lain adalah salah.
Sekarang pertanyaannya adalah
mengapa kita perlu beriman secara tidak buta. Beriman hanya karena mengikuti
orang tua atau orang terdekat kita menjadikan iman kita tidak kuat. Kita yang
hanya beriman secara buta akan cenderung mengikuti apa yang dikatakan oleh
seseorang yang kita percayai tanpa menelaah apakah ajaran yang dia bawa adalah
benar. Maka dari itu biasanya orang yang beriman secara buta lebih mudah
tersesat dengan ajaran-ajaran yang sebenarnya tidak berasal dari ajaran itu
sendiri. Sebagai contoh mungkin kita bisa berkaca pada ajaran yang dibawa oleh
nabi Isa as, ajaran nabi Isa sebenarnya adalah ajaran yang mengesakan Allah,
akan tetapi karena para pengikut nabi Isa terlalu mengangungkan dirinya dan
para pengikut dari pengikut pertama nabi Isa beriman secara buta, mereka lalu
tersesat dengan ajaran yang ditambah-tambah yang sebenarnya tidak berasal dari
nabi Isa. Masih banyak contoh ajaran lain yang tersesat hanya karena mereka
tidak berfikir apakah ajaran yang dianutnya sudah benar, mereka hanya percaya
pada perkataan orang tua atau orang terdekatnya tanpa menelaahnya lebih lanjut.
Mencari ajaran atau agama yang benar
tidaklah mudah karena masing-masing agama punya argumen dan bukti sendiri bahwa
agamanya lah yang benar sedangkan agama yang lain adalah salah. Maka dari itu
tugas kita masing-masing lah untuk mencari agama mana yang benar dari banyak
agama yang ada di dunia. Seperti yang kita sudah bahas, dalam mencari suatu
agama yang benar kita tidak boleh hanya berdasarkan pendapat dari orang terdekat
kita atau orang yang kita percaya saja. Mencari kebenaran suatu agama harus
berdasarkan akal, ilmu dan tanda-tanda kebenaran dari agama itu.
Apabila kita ingin meyakini bahwa
agama islam adalah agama yang benar, maka kita harus mencari bukti dengan akal,
ilmu dan tanda-tanda kebenaran dari agama islam. Maka dari itu islam selalu
mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh percaya begitu saja dengan sesuatu
tanpa mengetahuinya dengan pasti. Kita dilarang mengajarkan sesuatu tanpa
menguasainya terlebih dahulu. Bukankah dalam banyak ayat Al qur’an disebutkan
bahwa kita harus memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang
berfikir, itu berarti proses berfikir adalah suatu proses yang tidak boleh kita
lewatkan dalam memutuskan sesuatu.
